05 September 2008

Puasa Tahun Ini

Makin tahun. Suasana puasa saya rasa makin tidak 'homy'. Saya sudah sering melupakan masa-masa betapa indahnya menunggu buka, bercengkrama di malam hari atau sahur bersama keluarga.

Saya dulu ingat, bersama-sama dengan beberapa kawan (DON'T TRY THIS AT HIM, KIDS!!) merakit mercon. Di sore hari, pekerjaan mengasyikkan untuk membunuh waktu-waktu lapar. Dengan kertas-kertas bekas, lem dan obat mercon khas berwarna abu-abu. Kemudian, menguji hasil karya di kebun belakang sekolah atau di alun-alun kota.

Bukan!! Bukan merconnya yang saya ingat. Tapi kebersamaan saat bekerja itu. Ungkapan saling mencomooh "aaah, mercon milik kamu cupu,", tertawa ngakak saat menutup telinga rapat-rapat namun mercon-nya ngobos, dan adrenalin terpacu saat dikejar-kejar orang yang merasa terganggu. Ha ha ha. Saya baru sadar saat dewasa, ternyata mercon itu sangat mengganggu. DARRRRR!!! Dan saya langsung mengumpat, "Anaknya siapa itu kurang ajar?!?!". Well, saya yakin, mungkin itu juga yang ada di pikiran orang-orang yang terganggu karena ledakan mercon kami.

Setengah jam sebelum buka puasa, kami berkeliling hunting jajanan dan minuman segar. Jalan-jalan menjelajahi kota dan menikmati keramaian orang-orang yang kelaparan. Setelah es degan dan beberapa kue didapat, kami pulang ke rumah. Menyalakan radio yang akan mengumandangkan sirine atau adzan tanda maghrib, kemudian menyeruput es bersama-sama dan mendesah alhamdulillah. Nikmat sekali..

Beberapa jam setelah tarawih, kami mengumpulkan bambu-bambu dengan berbagai ukuran untuk memainkan musik perkusi. Kadang ada yang menyumbang ember. Ada pula yang meminjamkan gerobak untuk kami bawa keliling kampung, mengumandangkan senandung 'Sahuuur sahuuuur' dengan penuh semangat. Atau 'sholawatan' yang kami hapalkan bareng-bareng. Atau hanya sekedar memukuli bambu-bambu yang di sini terkenal dengan istilah 'thong-thong-klek'.

Saat sahur, kami pulang ke rumah masing-masing dan duduk manis di meja makan sambil menceritakan apa yang tadi kami lakukan seharian. Membanggakan puasa saya belum pernah bolong, dan mencemooh kakak perempuan saya yang tidak puasa. Di televisi, ada acara kuis yang memberikan pertanyaan cukup bermutu seperti 'sebutkan huruf hijaiyah yang termasuk sebagai huruf-huruf al-qomariyah' lantas kakak-kakak saya ribut karena telepon mereka tidak diangkat pembawa acara kuis. Hangat dan menyenangkan...

Saya merindukan suasana itu.

Sekarang. Sejak handphone, internet dan PS2 merajalela. Di pagi hari, saya lebih banyak tidur. Setelah mengaji, kemudian saya terhubung ke internet dan bersenang-senang dengan dunia sendiri. Setelah Ashar, saya asyik dengan PS untuk menunggu waktu berbuka. Setelah tarawih, saya kembali di komputer saya untuk bekerja. Kami sudah lupa dengan kebersamaan, dan hanya sempat bertemu ketika tarawih. Atau sesekali buka bersama, yang itupun masing-masing masih disambi chatting dengan entah siapa. Tinggal latihan band yang masih penuh dengan kehangatan dan cemoohan akrab. Untunglah..

Yang paling menyakitkan adalah ketika sahur, di mana acara-acara televisi menjadi penurun selera makan. Saya memang tertawa melihat mereka, pelawak-pelawak televisi, namun kelucuan mereka bukan di lawakan mereka. Yang saya tertawakan adalah lawakan mereka yang tidak lucu lagi. Yang saya tertawakan adalah diri saya sendiri yang kok ya menonton acara minus mutu itu. Dan kuis-kuisnya, masya allah, mantap sekali. Pertanyaannya sangatlah menantang, seperti 'Siapakah penyanyi lagu Pintu Surga?' - 'A. Gigi B. Mulut C. Mata'. Ck ck ck.. Saya mikir, penulis pertanyaannya itu mungkin merasa penonton-penonton Indonesia itu bodoh semua. Mereka mungkin takut, jika nanti tidak ada yang berani menjawab kuis yang pertanyaannya 'Siapakah nama Ayahanda Rasulullah SAW?'

Duh.. Saya jadi ngelantur ke mana-mana.
Apapun itu, selamat berpuasa semuanya..

-ova-

▼ Oi, lanjut...

30 Agustus 2008

Beribadah itu Mudah


Saya mempunyai seorang kawan yang selalu gagap dalam mengucap Allahu Akbar ketika mengawali sholat. Begini, dia merapal doa dan niat --lantas mengangkat kedua tangannya. Sesaat dia tersentak seperti disadarkan oleh sesuatu, kemudian menurunkan tangannya. Dia mengawali takbir-nya lagi dan di pertengahan dia tersentak kembali dan mengulangi lagi. Sampai 3-5 kali, baru dia masuk ke rukun berikutnya. Dan saya yang waktu itu kebetulan di sebelahnya, cukup terganggu. Karena saya dan makmum-makmum yang lain sudah pada ruku' mengikuti imam, dia masih takbiratul ihram..

Suatu ketika, saya menanyakan kenapa bisa seperti itu. Dan kawan saya itu menjawab :

Kawan (K): "Saya takut, Va.. Takut sholatnya nggak diterima Allah."
Saya (O) : "Lho?! Kok bisa, mbro?!"

K : "Kan.. Membaca niat 'usholli' sama gerakan tangan itu HARUS pas.. Telat sedikit saja, shalat saya batal..
O : "Ah, masak?!?!?"

K : "Woo iya!! Kalau niatnya dibaca kecepatan, dan tangannya sudah terangkat duluan kan repot."
O : "Ah, masak?!?"

K : "Wooo iya!! Kamu kan musisi.. Ibaratnya, kamu nyanyi di nada D.. Padahal suara gitar sudah masuk nada G!! Fales.."
O : "Hmmmm..." ("Kayaknya gak gitu deh.." pikir saya, namun tetap manggut-manggut)
K : "Harus koheren.. Sejajar.. Presisi... " (mulai ngaco..)

Saya merasa kasihan dengan kawan saya. Saangat kasihan. Dia menderita penyakit was-was yang sangat menggangu hidupnya, especially ibadahnya. Saya mempelajari bahwa Islam itu agama yang mudah, ibadah dijalankan 'semampu'-nya. Saya tidak pernah mempedulikan apakah takbir saya berbarengan dengan gerakan tangan ketika mengawali sholat. Se-tepat atau sekhusyuk apapun saya sholat, Allah lah yang menentukan ibadah saya diterima apa tidak.

Allah, menurut saya, bukan kayak Polisi yang mengawasi di perempatan kalau-kalau ada motor jalan duluan padahal lampu hijau belum menyala. Allah, menurut saya, bukan juri atau komentator ajang musik yang sensitif dengan chord dan suara pitch para kontestan. Allah, bukan pengawas galak yang tidak mentolerir semungil apapun kekeliruan kita..

Sholat, setau saya adalah perintah Allah. Dan orang muslim diwajibkan melaksanakannya. Namun banyak yang 'keder', bahwa perintah Tuhan itu harus benar-benar 'benar'. Gak boleh salah posisi kaki, bacaannya harus jelas, harus kenceng, gerakan tangan harus gini dan gini.. Oh, please... Kita diwajibkan melaksanakan sholat, semampu kita aja kok. Wong, kalau kita baru hapal al-fatihah, ya itu aja dibaca. Kalau baru bisa gerakan-gerakan-nya, yawdah gerak-gerak saja. Bahkan kalau kita tidak kuat berdiri, karena sakit, kita diperbolehkan kok sholat sambil duduk.

Ini tidak hanya berlaku buat sholat saja.

Karena Abah saya mengatakan, SEMUA ibadah yang ada dalam Islam dikerjakan semampu umat. Kalau tidak mampu ya jangan dilakukan --karena malah akan merusak ibadah itu sendiri. Kayak yang diceritakan Om Deddy Mizwar di Para Pencari Tuhan jilid 2.

Dikisahkan bahwa Om Jack ingin menunaikan ibadah haji, namun belum mampu dengan biayanya. Kemudian tiga anak asuhnya berusaha membantu iuran, namun uang mereka didapat dari hasil nipu. Bang Jack kira-kira bilang sambil marah, "Percuma gue melakukan hal yang baik kalau dengan menggunakan yang haram!!!!"

Puasa juga gitu. Yang belum kuat menahan lapar, diperbolehkan untuk gak puasa. Sedekah dan zakat, apalagi. Yang gak punya rejeki, gimana bisa menyedekahi?

Selain yang ritual-ritual, saya teringat cerita sahabat saya --seorang gadis musisi yang sangat berbakat. Suatu ketika, dia curhat dalam email yang kira-kira:

Va.. Gue dosa ya kalo nggak pakai jilbab? Gue tau jilbab itu dipake muslimah dan jadi penutup aurat. Gue ngerasa gak pantas make. Karena, you know, ada beberapa kelakuan gue yang gak muslimah banget.. Gue masih pecicilan, masih suka bergosip ria, masih suka keluar malem..

Nah, ini jadi dilema.. Gue belum siap memake jilbab saat ini, tapi gue takut gue berdosa. Gimana dong?!

Oh, great. Apakah saya adalah seorang ulama yang tahu solusi segala macam permasalahan?! Sumpah, waktu itu saya bingun ini email mau dibales apa?! Huhuhu.. Well, karena saya takut kalau-kalau jawaban (ngaco) saya menjerumuskannya, maka saya menanyakan pada Abah. Dan jawaban beliau pun saya adaptasi untuk balesan email curhatan itu..

PERHATIAN : SAYA BUKAN MENYURUH CEWEK-CEWEK BERJILBAB UNTUK MELEPAS JILBAB MEREKA!! Don't take those stuffs away, girls!! You're beautiful with them!!

Maka inilah balasan email saya:

Dear..
Gue bold yah kata-kata elo. Gue belum siap memake jilbab saat ini, tapi gue takut gue berdosa. Kalau elo belum siap, kerjakan semampunya ajah. Islam itu baik kok, semua ibadah dijalan sekuat kita bisa.

Idealnya, seorang muslimah harus bisa menjilbabi fisik dan kelakuannya. Tapi kalau elo baru bisa menjilbabi hati elo, gak papa. Fine.. Gue lebih suka dengan cewek non-jilbab berkelakuan sopan, daripada cewek berjilbab yang ribut dan pakeannya ketat dan seksi.

*Dan saya pun berasa seperti Ustadz yang penuh dengan fatwa..*
Well.. Saya bersyukur banget tidak dilahirkan dengan ke-waswas-an seperti kawan saya yang pertama, dan juga bersyukur tidak dilahirkan sebagai wanita-penuh-dilema karena bingung.

Sekali lagi, alhamduliLlah hidup saya cukup mudah. . .

-ova-

▼ Oi, lanjut...

28 Agustus 2008

Google Fight

Oke... Secara iseng saya menemukan situs Google Fight ini. Meskipun ada embel-embel Google, situs ini tidak disponsori atau ada kaitannya dengan Sang Dewa, Google. Situs itu cuma menggunakan database/index Google untuk digunakan dalam pertarungan. Caranya sangatmudah™.

Ketik aja 2 keyword yang mau ditandingkan. Keyword-nya terserah, yang aneh-aneh pun boleh. Misalnya 'gundu' dan 'kelereng...

Nah, akan muncul visual efek simpel --kemudian hasilnya diumumkan dalam bentuk grafik. Kayak :


Klik Untuk Memperbesar




Nah, karena cukup menggelikan. Saya coba memasukkan keyword aneh-aneh dan mendapatkan hasil ini. (Klik untuk liyat skrinsyut hasilnya!!!)

Dian Sastro vs Sandra Dewi
Genderuwo vs Kuntilanak
Gatotkaca vs Arjuna
Jancuk vs Jamput

Hahahahag.. Fun!!!
Coba ahhhh.. googlefighting-in kawan2 bloggers.. Heuheuhehuhe..

▼ Oi, lanjut...

27 Agustus 2008

24

Iya. 24 jam sehari dalam 24 tahun tak pernah terasa secepat ini. Berlalu begitu saja bagaikan awan --sesekali diterangi matahari, kali lain meneteskan hujan.

Tak pernah kucatat, berapa kali aku tergelak bahak. Tak pula kutulis, berapa kali aku menderaskan tangis. Semua melebur dalam nafas kehidupan, anugerah Tuhan.

Alhamdulillah, kasih sayang keluarga dan kawan-kawan tak pernah berhenti mengalir, meski aku ini sering mengiris hati.

Syukran katsiran Abah --atas sifat keras-kepala yang engkau titiskan, membuatku dapat belajar berteguh pendirian. Thank you, mbakyu-mbakyuku --atas keberagaman pekerti yang selalu kalian tularkan.

Terimakasih, kekasih --atas usaha keras untuk memendam dunia maya demi secercah realita. Arigatou, kawan-kawan --atas dinamika dan kegilaan yang semakin menguatkan ikatan kita.

Dan Ibuku, sengaja kusebut terakhir sebagai yang paling spesial. Syukran, thank you, terima kasih Ibu. Aku tahu, bahwa sekilas tatapanmu adalah doa penuh berkah, bahwa belaianmu adalah selimut surga, bahwa sosokmu sendiri adalah wujud lautan cinta. Aku bahkan tak sanggup lagi melukiskan kelembutanmu lewat kata-kata, seperti halnya aku tak sanggup membalas kebahagiaan yg telah kau curahkan selama 24 jam --semenjak 24 tahun yang lalu,.

Iya. 24 jam sehari dalam 24 tahun tak pernah terasa secepat ini. Namun, aku tak menyesali. Karena aku tahu, ada yang selalu hadir untuk menemani. Seperti awan yang ditemani mentari, hujan atau pelangi...

▼ Oi, lanjut...

14 Juli 2008

Jakarta Rock Parade, Duhh..

Beuuh..
Ternyata indera keenam firasat saya benar. Untung saya dan Masumar gak jadi membulatkan NIAT untuk pergi ke Jakarta Rock Parade.. Ternyata acara yang kedengarannya dahsyat itu kacaw balaw waw waw..

Pertama lihat bagian ticketing, saya terpana : 400ribu rupiah!! Hampir kayak harga tiket MUSE di Jakarta tahun kemaren. Begitu Masumar saya kabarin, dy langsung geleng-geleng. "Prei, Pret!!! Prei prei!!"

Oke. Bagi yang gak paham.. Prei itu maknanya libur. Tapi kalau diucapkan dengan nada pasrah dan bibir yang menye, terjemahan bebas prei adalah : GAK SUDI!!! NGABISIN DUIT AJA!! LAGIAN ONGKOS TRANSPORT KE SANA SAPA YANG BAYARIN!!

Btw, menurut saya.. Harga tiket segitu dan dapat menyaksikan 'paket' yang terdiri dari band-band yang bervariasi cukup masuk akal. Dan karena domisili saya (dan Masumar) bukan di Jakarta --tentu saja harga segitu menjadi sangat mahal.

Okeh.. Saya yakin banyak yang belum dengar tentang Jakarta Rock Parade (JRP). Jika dibandingkan dengan Soundrenaline atau Java Jazz, nama JRP adalah baru di event musik Indonesia. Saking gres-nya, sampek promotornya --BIGanendra-- juga terkesan baru belajar untuk bikin event gede-gedean. Promosi-nya, jarang banget muncul di tipi. Waktu dan persiapannya juga mepet banget.. Duuh..

Sebenarnya sih, JRP ini cukup menggiurkan.. Tiga hari (11-13 Juli 08). Tiga tempat. Ratusan Band!! Uwiih.. Kayaknya bakalan rame nih. Apalagi di hari ketiga, list band yang maen adalah : Indo Rock, ERK, Naif, Voodoo, Elpamas, Zeke & The Popo, Pure Saturday. Saya ngiler banget...

Saya penasaran dengan berita JRP, kemudian mbrowsing di forum-forum musisi. Dan apa yang terjadi sodara-sodara.. Hari pertama JRP : Sepi... kayak.. kuburan..

Entah karena harga tiket atau karena masyarakat kurang mengapresiasi musik rock, venue JRP sepiii pengunjung.

Promotor-nya kemudian ngobral tiket dari 400ribu jadi 100ribu. Kemudian malemnya, 100ribu menjadi 50 RIBU!!! BEEEUHHH!!!!

Kata teman saya di forum musisi.com, di hari kedua itu--Dismember, band cadas dari Swedia hampir gebukin panitia karena negoisasi yang alot. Dari jadwal main jam 23.00, mereka akhirnya main jam 02.00 pagi!!!!

Tambah ada berita bahwa band-ban markotop macem BMX Bandits, Young and Restless (band luar dengan vokalis anak Indonesia), Sillyfools dan the Parlotones gagal tampil. Begitu pula dengan band Indonesia dahsyat Naif, Seringai, Rumah Sakit, Anda [Bunga], Room V, Burger Kill, SORE, dan Pure Saturday juga confirmed gak jadi tampil!! Maka, di hari terakhir : dari 33 band, hanya 16 band yang bersedia main!!!

Ada isu menarik.. Bahwa salah satu perusahaan rokok sebenarnya berminat menjadi sponsor, dengan syarat Matta Band ikut andil dalam perhelatan itu. Olala dum dum.. Panitia yang idealis itupun menolak. Isu lain, ada merek popok bayi terkenal juga ingin men-sponsori JRP dengan syarat Kangen Band menyumbangkan lagu-lagu sumbang mereka. **Oke, yang terakhir ini saya bohong..**

Meski 'besar pasak dari pada tiang', saya salut banget dengan panitia yang sekarang mungkin sedang muntaber karena merugi yang berani bikin event menyatukan rocker-rocker Major-Indie, Tua-Muda dan Lokal-Luar dalam satu event. Untuk promotor pemula yang mencoba bikin event baru nan dahsyat semacam ini, kegagalan tentu suatu hal yang wajar. Secara klise, ini adalah cambukan bahwa JRP2 harus lebih rapi. Semoga tahun depan lebih baik, dan lebih mampu menumbuhkan niat saya untuk benar-benar datang...


Ps: Saya belum me-link berita terkait dan link website band-band di atas. I'll edit this post asap..

▼ Oi, lanjut...

11 Juli 2008

Duu.. Makin Bingung Entar Nyoblos Apa..

Waktu pilgub kemaren, saya tidak menyoblos karena 3 alasan :

1. Tidak tahu harus memilih siapa
2. Tidak mendapatkan Kartu Pemilih
3. Masih tidur saat Pemilihan berlangsung

Untuk yang nomer 2, kalo toh saya dapat kartu --saya juga males untuk memilih.

Gak tau ya. Saya kok sentimen + 'merasa-ihh-nggak-deh' dengan politik dan hal-hal yang berbau kayak gitu. Kalo nggak tipu-menipu, ya berantem. Kursi ama uwang diperebutkan.

Anyway, ada beberapa part dari Politik --khususnya di bagian ber-partai-partai-ria yang cukup menghibur saya. Agak basi sih, tapi it's quite funny. Hahahag. Di detik.com ada berita menarik :

Dari 95 parpol yang telah mendaftar di Depkum HAM untuk diverifikasi, beberapa parpol lama berganti dengan wajah baru. Namun, banyak pula parpol baru yang memiliki nama unik, lain dari yang lain.

Entah apa sangkut pautnya dengan mantan Presiden Soeharto, namun ada partai yang dinamai Partai Karya Pelita Soeharto. Partai yang berada pada nomor registrasi 31 ini diketuai oleh Pandara HR.

Nama pohon yang identik dengan parpol yang berkuasa pun ikut dicomot, seperti Partai Beringin Muda. Ada pula yang percaya diri mengusung nama Partai Orde Baru. Partai yang diketuai Zaufi Lubis ini berada di urutan ke-16.

Selain partai berbau Soeharto, masih banyak partai bernama unik lain. Yang berbau kejawen misalnya, Partai Satria Piningit. Lalu ada Partai Karang Baja Sejahtera dan Partai Karya Perjuangan yang disingkat Pakar Pangan.

Nama-nama parpol itu dicuplik detikcom dari keterangan pers yang dibagikan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Depkum HAM di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2008).

Selain nama unik, sejumlah parpol yang terdaftar di Depkum HAM memiliki kemiripan satu sama lain. Misalnya, Partai Kristen Demokrat Indonesia (PKDI) dengan Partai Demokrat Kristen Indonesia (PDKI). Meski terkesan hanya membolak-balik kata, namun kedua partai ini memiliki pengurus berbeda.

Sejumlah parpol lama yang berganti wajah baru juga berada dalam daftar Depkum HAM. Misalnya, Partai Bulan Bintang (PBB) yang berganti menjadi Partai Bintang Bulan. Bergantinya nama partai yang didirikan Yusril Ihza Mahendra ini disebabkan karena PBB tidak lolos electoral treshold atau batas minimum perolehan suara pada Pemilu 2004 lalu.

Apapun namanya, ke-95 parpol itu tentunya tengah dag-dig-dug menanti surat keputusan yang menyatakan mereka lolos verifikasi Depkum HAM. Namun, lolos di Depkum HAM juga belum cukup untuk berlaga dalam Pemilu 2009. Masih ada tahapan verifikasi KPU yang harus dilampaui.
---
Yang Partai Satria Piningit benar-benar bikin saya ngakak. Kreatip banget dehhh!!!! Sayangnya, gak lulus verifikasi. Kalo lulus, kemungkinan besar banyak yang akan menyoblos --yaitu orang-orang yang dulu ngefans sama Kotaro Minami : Partai Satria Baja Hitam. Muahahahaha!!!

Oke.. Ini daptar 34 parte yang nanti akan kita coblos..

Dari tadi saya ngomong gak jelas, gadda kaitannya dengan judul. Ini karena kebingungan saya untuk memilih apa dan siapa nanti pada Pemilu 2009. Semboyan "Pilihlah dengan hati.." jadi susah untuk direalisasikan karena kebanyakan parte dan wakil rakyat gak sepenuh hati melayani rakyat..

Itulah kenapa, di awal post ini saya memasang 'ketidak-tahuan' (bingung) sebagai urutan pertama alasan saya tidak menyoblos. Terlalu banyak orang-orang baik yang berubah jadi kurang baik saat terpilih. Terlalu banyak cerita-cerita miring tentang janji dan rayuan. Terlalu banyak yang pertengkaran hanya karena warna. Terlalu banyak hal membingungkan..

Duuu..
Andai saja ada PLM --Partai Luna Maya. Pasti akan saya coblos tanpa ba-bi-bu


-

▼ Oi, lanjut...

01 Juli 2008

Tahukah Kamu #6

Kalo sudah cukup lama memakai software tertentu, kita akan dikasi informasi mengenai produk baru dari software tadi. Misalnya, kita pakai Mozilla Firefox 2 --nah stelah beberapa taun, perusahaan Mozilla akan merilis Firefox 3 Beta.

Yang jadi poin di sini adalah BETA-nya ituh.. Sering kan kita denger macem: Ansav Beta, Gmail Beta, Aviary Beta, Ovavision Beta, Efekgitar Beta. Dsb dsb..

Nah tahukah kamu apa itu Beta Version?!
Saya dulu jawab: itu adalah program yang masih versi mentah, perlu diuji lagi. Temen saya nanya, kenapa gak pake Alpha?! Firefox Alpha gitu...

Ah iya.. Kenapa yah?!

Beta version memang adalah proyek yang sedang diuji, namun oleh tester yang BUKAN pencipta atau developer proyek itu. Biasanya, beta-tester adalah orang-orang yang tertarik dengan proyek atau memang siapa gitu yang sengaja direkrut oleh developer..

Nah, proyek yang diujikan oleh beta-tester itu sebelumnya sudah melalui tahap uji-coba oleh developer atau pabrik si proyek itself.

Fungsi beta adalah mengetahui bug (ketidakstabilan, crash, error) pada proyek. Nah, begitu ada tester yang melaporkan ada bug, maka proyek akan masuk Gamma-version (dan kalau perlu Delta-version) untuk memperbaiki apa yang kurang. Namun, gamma + delta ini jarang sekali digunakan. Developer lebih suka memakai tambahan angka. Misalnya Tuyul Manager Beta 3.15 ,artinya program TMBeta itu versi 3 perbaikan/update ke 15.

Begitu bug sudah diatasi dan proyek sudah stabil, maka diluncurkanlah full-version atau gold-version atau apa lah istilahnya..

Jadi gak ada kaitannya dengan lagu Maluku.. 'Ayo mama!! Jangan mama marah betaa!!!"



-ova-

▼ Oi, lanjut...