Ini adalah pengalaman yang sudah lama, dan secara kebetulan 'terbuka' kembali ke permukaan saat saya, Mbak (Almas) dan Mas Ipar (Wahyu) saya pergi mengantarkan zakat fitrah di malam Lebaran.
Woiya. Di malam itu juga ada kejadian-kejadian menggelikan yang terjadi.
There goes.. Malam itu kami bertiga (sudah menjadi kebiasaan keluarga) mengantar zakat fitrah ke beberapa tempat di Rembang. Setelah menyelesaikan di beberapa spot, sampailah kami di sebuah kampung bernama Tasik Agung. Namanya aja Tasik --so kampung ini letaknya di deket pantai utara. Jalannya adalah gang-gang sempit gitu, dan ngeri-nya lagi --minim lampu. Oh, great...
Yang pertama jadi korban kegelapan malam itu adalah Mas Wahyu. Dia adalah seorang perokok sangat berat, dan --ketika saya dan Mbak Almas masuk ke dalam untuk menghaturkan zakat dia --nggak ikut masuk-- menyalakan rokoknya di depan rumah.
Ketika Mbak Almas mengucapkan "Wassalam.." untuk pamitan, terdengar suara semacam "DUKK!! CBURR!!!". Kami berdua langsung menengok ke arah suara. Mas Wahyu cengar-cengir. Saya mendekatinya. Melihat ke arah kakinya. ASTAGA!!!! Kakinya tercebur selokan!!! Muahahahahahaha!!!
Saya dan Mbak Almas langsung ngakak. Karena gelapnya malam (sumpah, memang gelap banget), dia nggak melihat kalau di depan pagar ada selokan laknat itu. Sementara Mas Wahyu mencuci kaki-nya, saya dan Mbak Almas berjalan menuju rumah yang lain --masih di kampung Tasik Agung ini.
Korban Kedua : Saya sendiri!! Dan ini tidak sepenuhnya gara-gara gelap malam sih. Hohoho. Saya berjalan sambil nge-PLURK pake Hape. Jalan lamat-lamat menyusuri gang. Satu langkah, dua langkah. Sepuluh langkah. "DHHOKK!!!"
Aduh!!
Mata saya menabrak sesuatu benda keras yang bergelantungan : Buah Mangga!! Oh, great. Mbak Almas sudah berjalan cukup jauh di depan. Saya mengikutinya sambil mengucek-ucek mata saya. Cukup sakit euy. Coba aja deh pukulkan sebuah mangga tepat di mata kamu. Gak usah keras-keras..
Nah di sini rumah berikutnya ini kami bertemu dengan ibu yang sudah cukup uzur. Dan di sini lah pengalaman 'Nama Saya Ova' yang saya ceritakan di intro postingan ini. Setelah mengantarkan zakat, Mbak Almas mengenalkan saya kepada si Ibu berumur itu, "Ini Bu.. Adek saya, Mustova..."
Si Ibu : "Oh, Mas Nova kok ndak perna mampir dolan?"
Saya : "Ova, Bu.. Bukan Nova!!"
Si Ibu : "Oh, iya. Siapa? Mas NOVAL ya? Ya ya.."
Saya : "OVA, Bu!!! O-V-A!!! Bukan Noval!!!"
Si Ibu : "Iya tadi kan saya bilang Nova! Gimana sih sampean?!?!"
Saya : " . . . . . "
Kami bergegas berpamitan karena Mbak Almas sudah gak bisa menahan tawanya. Saya tersenyum pasrah, kemudian pergi dari rumah itu sambil bersungut-sungut. Jelas-jelas nama saya Mustova!! Dari mana coba kata Noval itu muncul? Kalo Tova ato Topa gitu sih masih bisa dimengerti.
Saya sering kali dipanggil Nova atau Noval, 2 nama yang pasaran. Waktu kuliah, waktu magang dulu, waktu kerja di Jogja atau waktu berkenalan dengan orang baru --di event, di pameran, di manapun. Padahal intonasi suara saya saat mengatakan 'OVA' itu sudah cukup jelas lho. Apakah nama 'Ova' itu terlalu berat untuk diucapkan, sama seperti para penyihir kelu kesusahan mengucapkan nama Voldemort?! Apakah nama 'Ova' itu cukup berwibawa dan kharismatik sehingga membuat siapapun yang mengucapkan akan bergetar hatinya. *Halaaah, mangkin ke sini kok mangkin narsis yaa?!*
Oke, back to Tasik Agung... Korban Ketiga : Yeah, Mbak Almas. Di gang keluar menuju jalan besar, kami bertiga (Mas Wahyu sudah mencuci kakinya yang penuh comberan) kembali ke mobil untuk melanjutkan ke kampung berikutnya. Dan lagi-lagi..
DUKKK!! "Ya Allah!!!!" Mbak Almas menjerit.
Dia tersandung sebuah batu cukup besar, tepat di ujung jempol kaki. Mbak Almas meringis menahan sakit sambil memaki-maki. "Ini kampung kok gak ada lampunya sama sekali siiihh!?!?"
Saya dan Mas Wahyu cuma ketawa-ketawa. Malam Takbiran yang cukup seru.
Selamat Lebaran semuanya. *telaaaaaaat*
--
04 Oktober 2008
Nama Saya Ova..
18 September 2008
Mari Ber-plurk-an, Mari Berpelukan
Silaturahmi, atau membina suatu kedekatan dengan seseorang, adalah hal baik yang sangat dianjurkan. Mantap banget saat kita mempunyai banyak kenalan, banyak kawan --apalagi jika kemudian kenalan kita itu nantinya jadi sahabat kita. Jadi sodara kita. Atau malah *ehem ehem* jadi someone yang spesial.
09 September 2008
Why Do Gurls Bla Bla Bla
Again..
Saya chatting dengan keponakan saya dan menemukan hal menarik yang dulu pernah saya bahas dengan kekasih saya. Kalau dia (sang kekasih) membahas secara cukup dewasa (meskipun dengan agak ngotot), nah --si keponakan saya ini berbicara dari sudut pandang ABG umur 16 tahun. Well, dia kelas 3 SMA. Ada cowok yang tertarik? Papanya galak tapi. Khu khu khu..
Awalnya sepele, si keponakan ini ngomel-ngomel gak penting di plurk-nya: Tentang gebetan yang malah curhat ke dia soal cewek yang dia taksir. Yang klise (dan cukup familiar), cewek yang ditaksir gebetan keponakan saya itu tak-lain-tak-bukan adalah sahabatnya sendiri. (Edited: Oke ini saya agak mendramatisir..)
Sisi gelap saya yang penuh keisengan pun berniat menggodanya via Y!M. (Sial sekali, karena saya chatting menggunakan hape, jadi transkrip obrolan gak penting itu tidak bisa saya copy-paste) Jadi, buat keponakan saya yang kebetulan membaca ini, mungkin ada part yang terkesan fiktif. Muahahahaha..
Saya (O) : "Ada apa tho? Riwil. Ribut-ribut terus!"
Keponakan (K) : "Huhuhu. Iya nih.. Dy cerita tentang cewek yg dy taksirrr!! Sebelll!!!"
O : "Siapa yg cerita? Gebetanmu?"
K : "Ho'oh.."
O : "Hmmm.. Pathetic. Just like your status"
K : "Yup.. Pathetic, yaaa. Hiks. T_T"
O : "Haha.. Kasian banget.. "
K : "Gak papa kok, Mas. Calm.. Hehehe"
O : "Oh, sudah kalem berarti.."
K : "Iah. Sekarang aq lagi gak pengin maen-maen sama cowok kok.. Hehehe.."
O : "NAH!! Berarti cowok itu buat dimaenin?!?"
K : "Nggggg, gak juga.. MAASS?!?! WHY DO YOU MAKE THIS HARD FOR ME TO FACE?!"
O : "Why me?"
K : "Iya!! Mas yang ungkit-ungkit!!!"
O : (ngakak dalam hati) "Dear.. Tadi siapa hayo yang bilang, 'calm'..?"
K : "I said calm, but I didn't really do that.."
O : "Hoooo... Why do gurls always think some negative things?"
K : (upset) "Hah? Like?"
O : "Hmmm, like. . . . you?"
K : "Me?"
O : "Yeah.. Something like 'I'm pathetic, I'm ugly, I'm fat!!'"
K : "NO!!! I SAID I'M PATHETIC, BUT I NEVER SAID UGLY NEITHER FAT.."
O : "Well, we just said 'like'. Just forget those 2.."
K : "Ummm, oke..."
O : "Are you ok?"
K : "I'm okay. Don't worry.."
O : " Oke.. Nah. Why?!"
K : "Why what, mas?!" (mulai hilang kesadaran)
O : "Scroll up and find my 2nd 'why'!!"
K : "Mmmmm.. Why we (gurls) always think that ways?"
O : "Yeah."
K : (mikir lama gitu) THIS IS WHY BOYS DON'T KNOW WHAT GIRLS WANT!
BOYS NEVER UNDERSTAND GIRLS!! (or sumthing like that, saya lupa hehehe)
O : "Wew.. That's weird.."
K : "B'COZ WE GURLS DON'T EVEN KNOW WHAT WE ACTUALLY WANT! :P"
O : "Wheww.. That's even weirder!!!"
K : "Hahaha!! Dasar cowokk.. You ARE boy!! You never know me, Mas..."
O : (ngakakk) "Sorry, I ain't a boy, dear.."
K : "Muahaha.. So?!"
O : "I'm a gentleman.. Super-gentleman.."
K : "MUAHAHAHAHA!! *muntah-muntah* That's even... Ya ya ya.."
Kemudian, dia dimarahi papa-nya karena ketawan chatting malem-malem (bukannya belajar) dan off. Hahaha.. That's really fun..
Oia.. Saya tadi bilang, pernah membahas hal yang sama dengan kekasih saya. Hmmm, sekalian aja yah saya taruh transkrip obrolan saya tentang 'wanita'. Obrolan penting itu kami lakukan setelah kami diberi cobaan pertengkaran. So here goes, to the point :
Saya (O) : "Why do gurls always think some negative things?"
Dia (D) : "Seperti . . .? Yg kayak gimana?
O : "Seperti kamu tadi.. Bilang, 'I'm wrong, lah.. I'm ugly, lah.. I'm stupid, lah.."
D : (tertawa manis) "Itu karena mungkin si cewek pengin cowoknya mengungkapkan hal sebaliknya.."
O : "Justru masalahnya di sana.. Saat cowok ngomongin hal yang dikira bakal nyenengin, cewek malah marah.."
D : "Lha, jelas lah.. Cewek itu musti 'disentuh' dengan seni. (tertawa) Gabungan antara kejujuran plus sedikit gombal.."
O : "Masak? Kok ada cewek yang digituin malah ngambek? Jual mahal gitu.." (maksud saya pgn menyindir dia)
D : "Hmmmm... Berarti cuekin aja. Lama-lama juga capek sendiri..." (tersenyum penuh arti)
O : (waktu itu saya mikir dia sedang menguji saya) "That's even.. Lebih parah..."
D : "Maksudnya?!"
O : "Aku ini tipe yang cuek. Nah. Cowok yang nyuekin ceweknya gitu, pasti dikatain 'kamu gak peka!! gak sensitip!!'
D : (tertawa ngakak) "You must learning how to communicate with girls, Honey!!"
Lantas dia memberi tau saya r a h a s i a . . .
D : "Honey.. Girls won't talk what they want. You must find by yourself..."
O : "Ok.. Trus?"
D : "Banyak cewek yang berharga-diri sangat tinggi, sehingga merasa jatuh saat dia menginginkan sesuatu. Well, tapi bahkan cewek yg paling pemalu punya cara tersendiri untuk mengungkapkan selain lewat kata-kata kiasan."
O : Dan itu adalah . . .
D : "Rahasia!!!" (ngakak kenceng)
O : *sigh*
D : "Ini beneran rahasia.. Karena setiap cewek punya caranya tersendiri. Gak ada rumusnya.."
O : " . . . . . . . "
Well...
This is why I never understand gurls. Nah, for you gurls, tell me your secrets..
Please..
-ova-
05 September 2008
Puasa Tahun Ini
Makin tahun. Suasana puasa saya rasa makin tidak 'homy'. Saya sudah sering melupakan masa-masa betapa indahnya menunggu buka, bercengkrama di malam hari atau sahur bersama keluarga.
Saya dulu ingat, bersama-sama dengan beberapa kawan (DON'T TRY THIS AT HIM, KIDS!!) merakit mercon. Di sore hari, pekerjaan mengasyikkan untuk membunuh waktu-waktu lapar. Dengan kertas-kertas bekas, lem dan obat mercon khas berwarna abu-abu. Kemudian, menguji hasil karya di kebun belakang sekolah atau di alun-alun kota.
Bukan!! Bukan merconnya yang saya ingat. Tapi kebersamaan saat bekerja itu. Ungkapan saling mencomooh "aaah, mercon milik kamu cupu,", tertawa ngakak saat menutup telinga rapat-rapat namun mercon-nya ngobos, dan adrenalin terpacu saat dikejar-kejar orang yang merasa terganggu. Ha ha ha. Saya baru sadar saat dewasa, ternyata mercon itu sangat mengganggu. DARRRRR!!! Dan saya langsung mengumpat, "Anaknya siapa itu kurang ajar?!?!". Well, saya yakin, mungkin itu juga yang ada di pikiran orang-orang yang terganggu karena ledakan mercon kami.
Setengah jam sebelum buka puasa, kami berkeliling hunting jajanan dan minuman segar. Jalan-jalan menjelajahi kota dan menikmati keramaian orang-orang yang kelaparan. Setelah es degan dan beberapa kue didapat, kami pulang ke rumah. Menyalakan radio yang akan mengumandangkan sirine atau adzan tanda maghrib, kemudian menyeruput es bersama-sama dan mendesah alhamdulillah. Nikmat sekali..
Beberapa jam setelah tarawih, kami mengumpulkan bambu-bambu dengan berbagai ukuran untuk memainkan musik perkusi. Kadang ada yang menyumbang ember. Ada pula yang meminjamkan gerobak untuk kami bawa keliling kampung, mengumandangkan senandung 'Sahuuur sahuuuur' dengan penuh semangat. Atau 'sholawatan' yang kami hapalkan bareng-bareng. Atau hanya sekedar memukuli bambu-bambu yang di sini terkenal dengan istilah 'thong-thong-klek'.
Saat sahur, kami pulang ke rumah masing-masing dan duduk manis di meja makan sambil menceritakan apa yang tadi kami lakukan seharian. Membanggakan puasa saya belum pernah bolong, dan mencemooh kakak perempuan saya yang tidak puasa. Di televisi, ada acara kuis yang memberikan pertanyaan cukup bermutu seperti 'sebutkan huruf hijaiyah yang termasuk sebagai huruf-huruf al-qomariyah' lantas kakak-kakak saya ribut karena telepon mereka tidak diangkat pembawa acara kuis. Hangat dan menyenangkan...
Saya merindukan suasana itu.
Sekarang. Sejak handphone, internet dan PS2 merajalela. Di pagi hari, saya lebih banyak tidur. Setelah mengaji, kemudian saya terhubung ke internet dan bersenang-senang dengan dunia sendiri. Setelah Ashar, saya asyik dengan PS untuk menunggu waktu berbuka. Setelah tarawih, saya kembali di komputer saya untuk bekerja. Kami sudah lupa dengan kebersamaan, dan hanya sempat bertemu ketika tarawih. Atau sesekali buka bersama, yang itupun masing-masing masih disambi chatting dengan entah siapa. Tinggal latihan band yang masih penuh dengan kehangatan dan cemoohan akrab. Untunglah..
Yang paling menyakitkan adalah ketika sahur, di mana acara-acara televisi menjadi penurun selera makan. Saya memang tertawa melihat mereka, pelawak-pelawak televisi, namun kelucuan mereka bukan di lawakan mereka. Yang saya tertawakan adalah lawakan mereka yang tidak lucu lagi. Yang saya tertawakan adalah diri saya sendiri yang kok ya menonton acara minus mutu itu. Dan kuis-kuisnya, masya allah, mantap sekali. Pertanyaannya sangatlah menantang, seperti 'Siapakah penyanyi lagu Pintu Surga?' - 'A. Gigi B. Mulut C. Mata'. Ck ck ck.. Saya mikir, penulis pertanyaannya itu mungkin merasa penonton-penonton Indonesia itu bodoh semua. Mereka mungkin takut, jika nanti tidak ada yang berani menjawab kuis yang pertanyaannya 'Siapakah nama Ayahanda Rasulullah SAW?'
Duh.. Saya jadi ngelantur ke mana-mana.
Apapun itu, selamat berpuasa semuanya..
-ova-
28 Agustus 2008
Google Fight
Oke... Secara iseng saya menemukan situs Google Fight ini. Meskipun ada embel-embel Google, situs ini tidak disponsori atau ada kaitannya dengan Sang Dewa, Google. Situs itu cuma menggunakan database/index Google untuk digunakan dalam pertarungan. Caranya sangatmudah™.
Ketik aja 2 keyword yang mau ditandingkan. Keyword-nya terserah, yang aneh-aneh pun boleh. Misalnya 'gundu' dan 'kelereng...
Nah, akan muncul visual efek simpel --kemudian hasilnya diumumkan dalam bentuk grafik. Kayak :
Klik Untuk Memperbesar
Nah, karena cukup menggelikan. Saya coba memasukkan keyword aneh-aneh dan mendapatkan hasil ini. (Klik untuk liyat skrinsyut hasilnya!!!)
Dian Sastro vs Sandra Dewi
Genderuwo vs Kuntilanak
Gatotkaca vs Arjuna
Jancuk vs Jamput
Hahahahag.. Fun!!!
Coba ahhhh.. googlefighting-in kawan2 bloggers.. Heuheuhehuhe..
27 Agustus 2008
24
Iya. 24 jam sehari dalam 24 tahun tak pernah terasa secepat ini. Berlalu begitu saja bagaikan awan --sesekali diterangi matahari, kali lain meneteskan hujan.
Tak pernah kucatat, berapa kali aku tergelak bahak. Tak pula kutulis, berapa kali aku menderaskan tangis. Semua melebur dalam nafas kehidupan, anugerah Tuhan.
Alhamdulillah, kasih sayang keluarga dan kawan-kawan tak pernah berhenti mengalir, meski aku ini sering mengiris hati.
Syukran katsiran Abah --atas sifat keras-kepala yang engkau titiskan, membuatku dapat belajar berteguh pendirian. Thank you, mbakyu-mbakyuku --atas keberagaman pekerti yang selalu kalian tularkan.
Terimakasih, kekasih --atas usaha keras untuk memendam dunia maya demi secercah realita. Arigatou, kawan-kawan --atas dinamika dan kegilaan yang semakin menguatkan ikatan kita.
Dan Ibuku, sengaja kusebut terakhir sebagai yang paling spesial. Syukran, thank you, terima kasih Ibu. Aku tahu, bahwa sekilas tatapanmu adalah doa penuh berkah, bahwa belaianmu adalah selimut surga, bahwa sosokmu sendiri adalah wujud lautan cinta. Aku bahkan tak sanggup lagi melukiskan kelembutanmu lewat kata-kata, seperti halnya aku tak sanggup membalas kebahagiaan yg telah kau curahkan selama 24 jam --semenjak 24 tahun yang lalu,.
Iya. 24 jam sehari dalam 24 tahun tak pernah terasa secepat ini. Namun, aku tak menyesali. Karena aku tahu, ada yang selalu hadir untuk menemani. Seperti awan yang ditemani mentari, hujan atau pelangi...
11 Juli 2008
Duu.. Makin Bingung Entar Nyoblos Apa..
Waktu pilgub kemaren, saya tidak menyoblos karena 3 alasan :
1. Tidak tahu harus memilih siapa
2. Tidak mendapatkan Kartu Pemilih
3. Masih tidur saat Pemilihan berlangsung
Untuk yang nomer 2, kalo toh saya dapat kartu --saya juga males untuk memilih.
Gak tau ya. Saya kok sentimen + 'merasa-ihh-nggak-deh' dengan politik dan hal-hal yang berbau kayak gitu. Kalo nggak tipu-menipu, ya berantem. Kursi ama uwang diperebutkan.
Anyway, ada beberapa part dari Politik --khususnya di bagian ber-partai-partai-ria yang cukup menghibur saya. Agak basi sih, tapi it's quite funny. Hahahag. Di detik.com ada berita menarik :
Dari 95 parpol yang telah mendaftar di Depkum HAM untuk diverifikasi, beberapa parpol lama berganti dengan wajah baru. Namun, banyak pula parpol baru yang memiliki nama unik, lain dari yang lain.
Entah apa sangkut pautnya dengan mantan Presiden Soeharto, namun ada partai yang dinamai Partai Karya Pelita Soeharto. Partai yang berada pada nomor registrasi 31 ini diketuai oleh Pandara HR.
Nama pohon yang identik dengan parpol yang berkuasa pun ikut dicomot, seperti Partai Beringin Muda. Ada pula yang percaya diri mengusung nama Partai Orde Baru. Partai yang diketuai Zaufi Lubis ini berada di urutan ke-16.
Selain partai berbau Soeharto, masih banyak partai bernama unik lain. Yang berbau kejawen misalnya, Partai Satria Piningit. Lalu ada Partai Karang Baja Sejahtera dan Partai Karya Perjuangan yang disingkat Pakar Pangan.
Nama-nama parpol itu dicuplik detikcom dari keterangan pers yang dibagikan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Depkum HAM di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2008).
Selain nama unik, sejumlah parpol yang terdaftar di Depkum HAM memiliki kemiripan satu sama lain. Misalnya, Partai Kristen Demokrat Indonesia (PKDI) dengan Partai Demokrat Kristen Indonesia (PDKI). Meski terkesan hanya membolak-balik kata, namun kedua partai ini memiliki pengurus berbeda.
Sejumlah parpol lama yang berganti wajah baru juga berada dalam daftar Depkum HAM. Misalnya, Partai Bulan Bintang (PBB) yang berganti menjadi Partai Bintang Bulan. Bergantinya nama partai yang didirikan Yusril Ihza Mahendra ini disebabkan karena PBB tidak lolos electoral treshold atau batas minimum perolehan suara pada Pemilu 2004 lalu.
Apapun namanya, ke-95 parpol itu tentunya tengah dag-dig-dug menanti surat keputusan yang menyatakan mereka lolos verifikasi Depkum HAM. Namun, lolos di Depkum HAM juga belum cukup untuk berlaga dalam Pemilu 2009. Masih ada tahapan verifikasi KPU yang harus dilampaui.
---
Yang Partai Satria Piningit benar-benar bikin saya ngakak. Kreatip banget dehhh!!!! Sayangnya, gak lulus verifikasi. Kalo lulus, kemungkinan besar banyak yang akan menyoblos --yaitu orang-orang yang dulu ngefans sama Kotaro Minami : Partai Satria Baja Hitam. Muahahahaha!!!
Oke.. Ini daptar 34 parte yang nanti akan kita coblos..
Dari tadi saya ngomong gak jelas, gadda kaitannya dengan judul. Ini karena kebingungan saya untuk memilih apa dan siapa nanti pada Pemilu 2009. Semboyan "Pilihlah dengan hati.." jadi susah untuk direalisasikan karena kebanyakan parte dan wakil rakyat gak sepenuh hati melayani rakyat..
Itulah kenapa, di awal post ini saya memasang 'ketidak-tahuan' (bingung) sebagai urutan pertama alasan saya tidak menyoblos. Terlalu banyak orang-orang baik yang berubah jadi kurang baik saat terpilih. Terlalu banyak cerita-cerita miring tentang janji dan rayuan. Terlalu banyak yang pertengkaran hanya karena warna. Terlalu banyak hal membingungkan..
Duuu..
Andai saja ada PLM --Partai Luna Maya. Pasti akan saya coblos tanpa ba-bi-bu
-
17 Juni 2008
10 Alasan Saya Benci Bepergian Dengan Bus
- Macet. Inti dari segala malapetaka
- Pegel-pegel karena kepanjangan kaki
- Jalan aspal berlubang yang brutal, hingga saya berasa sedang rodeo
- Panas. Yeahh!!! Sumpek para penumpang juga menambah hawa menyebalkan
- Polusi telinga. Pengamen asal-asalan dan ocehan pedagang asong yang annoying
- Salah posisi duduk dan tidur. Kegencet dan ketendang.
- Bengong, gak tau apa yang dilakukan selain nge-game di HP dan dengerin ERK lewat headphone
- Gak pernah duduk di samping cewek cantik.. Huhuhuhuh..
- Sopir innocent yang ngebut secara membabi-buta. Bikin jantung saya hampir meledak
- Teman duduk (biasanya Om-om) yang sok akrab dan nanya macem-macem gk penting
Bonus cerita nih.
Kemarin, saya sama mbak saya pergi ke Semarang untuk vaksinasi meningitis di kantor kesehatan imigrasi (atau yang semacam itu). Ini adalah prosedur wajib buat yang mau pergi ke luar negri, dalam hal ini saya ngurus untuk umroh.
Dulu, kartu kesehatan dan vaksinasi bisa dilakukan di daerah. Tapi entah siapa yang meng-intruksi, sehingga urusan kartu kesehatan musti dibikin di Pelabuhan Semarang.
Oke.. 16 Juni 2008 senin pagi, saya (yang dengan langka bisa bangun setelah dipaksa) bersama Mbak aL saya mbecak ke terminal kemudian naik bis PO. Indonesia. Oh, damn!! Karena mungkin terburu-buru, Mbak aL langsung masuk gitu. Padahal saya lebih suka pake Patas AC (lihat poin 4).
Nah, bis Indonesia ini sesak penuh dengan penumpang. Dan saya kebagian bangku PALING BELAKANG!! Posisi yang menyedihkan, karena kalau ada geronjalan dikit kerasanya dobel. Males banget lah pokoknya.
Celakanya, di samping kanan saya ada Om-om dengan pakean dines yang sok-sok akrab dan di sebelah kiri saya ada Ibu-ibu gendong anak. Oke, si Ibu memang kalem gitu, tapi kaki si anak ini terus-terusan menendang saya. Great!!! Mana sepatu si anak gak dilepas lagi. Lebih ngeselin lagi, ada pria semi-punk (dia berdiri, gk dapet tempat duduk) yang dengan tampang tak berdosa nginjek kaki saya.
Sip lah!! Penderitaan saya berlangsung sekitar 4 jam, dan 10 daptar di atas benar-benar saya alami. Saya skip aja deh, karena itu adalah pengalaman yang malesbanget untuk dikenang.
Begitu nyampe Semarang yang pwanas, kami naik taksi menuju Gramedia untuk ketemuan dengan Abah + Ibu saya. Oia, mereka sudah duluan ada di Semarang sehabis ada acara di Solo hari sebelumnya. Setelah salaman, kami langsung meluncur ke kantor imigrasi yang terletak di pelabuhan.
Sampai di sana, kami disuntik vaksin, kemudian diberi kartu kesehatan berwarna kuning. Abis itu, kami pulang ke rumahh. Saya segera merebahkan diri di karpet (saya nggak pernah tidur di kasur) kemudian terlelap kelelahan.
Ternyata penderitaan saya belum selesai. Paginya, saya dibangunkan Ibu. "Va, Va!!!"
Dengan mata masih kelelahan, saya menggumam gak jelas.
"Ada masalah dengan kartu-mu?"
"HAH?!?!" mata saya mendadak terbuka. "Kartu apa?!"
"Kartu kesehatan vaksin yang kemarin dibikin di pelabuhan itu.."
"HAH?!?!" Ibu saya menunjukkan kartu itu.
Di sana tertulis VALIDATED UNTIL : 15 Juni 2008.
Saya langsung tertawa pasrah. Saya mengurus kartu kesehatan itu pada tanggal 16 Juni dan kartu itu kadaluarsa kemarin lusa 15 Juni!!! Males bangettttt!!
"Trus piye ini?!" tanya saya pasrah.
"Bilang sama Abah, enaknya gimana. Di-scan dulu buat bukti, trus dikirim ke sana, ato gimana gitu.."
"Oke.." Saya bangun, sholat subuh (kesiangan) kemudian berlari ke kamar Abah.
Abah sedang membaca koran pagi saat saya masuk. Trus, dengan santai Abah bilang: "Ya udah, ke Semarang aja sana sekarang!! Urus sebentar!!"
"HAHHHH?!?! Ke Semarang lagi?!"
"Iya lah.. Sama aja kalo cuma kirim bukti, kan pas photo dan fotokopi KTP-mu ada di sini... Sana, sarapan trus mandi!! Nanti kantornya keburu tutup.."
Lagi-lagi saya tertawa pasrah. Kemudian sarapan sambil bengong.
Maka.. Begitulah. Setelah mandi, bersiap-siap dan salim-salam, saya berjalan gontai ke terminal. Saya melirik arloji, jam 09:00 pagi --saat di mana saya biasanya masih tergeletak dengan damai di karpet kamar.
Di terminal, saya menunggu bis Patas ber-AC. Biar agak nyaman lah dalam perjalanan. Sialnya, sampai jam 10:00, tak ada satupun bis Patas AC yang lewat. Great!!! Maka terpaksa lah saya naik bis PO. Indonesia yang sama dengan kemarin.
Alhamdulillah.. Bis yang ini lumayan sepi. Saya bahkan duduk sendirian di bangku untuk 3 penumpang. Trus, di seberang sana ada cewek berjilbab lumayan cantik. Hohoho. Not bad lah. Sebelum bis jalan, saya SMS Dek Iva, sepupu saya yang kerja di pelabuhan untuk jemput saya di terminal.
Agar poin no 5 --polusi telinga tidak terjadi, saya sumpal telinga saya dengan MUSE. Nina bobok lah !! Dan sukses lah saya terlelap sampai hampir masuk terminal Terboyo.
Dek Iva sudah menunggu di dalem terminal. Saya turun salaman, kemudian tanpa ba-bi-bu saya bonceng dia ke pelabuhan. Apakah saya tau jalan? Ohoho.. Tentu tidak, kan saya minum Combantrin. Loh?!? Ya Dek Iva ini lah yang jadi navigator.
Sampai di kantor kesehatan (yang ternyata tidak begitu jauh) saya langsung nyelonong masuk sambil mengacungkan kartu sial itu.
"Ada apa Mas?" kata seorang petugas.
"Kartu saya bermasalah ni.."
"Lho, kenapa?!"
Saya tunjukkan kolom kadaluarsa di bagian tengah kartu itu. Si Petugas meneliti kemudian sadar. "Oh.. ya!!! Tahun-nya keliru ya, Mas.. Seharusnya 15 Juni 2010.."
Saya tertawa garing. Dan Mas Petugas membawa kartu saya ke petugas lainnya, berbisik-bisik ria dan mencoret-coret kartu saya. Kemudian setelah menyetempel di bagian tertentu dia kembali dan menyerahkan kartu saya dengan tampang tak berdosa.
"Beres, Mas!! Ini gak papa kok.. Sudah di-tanda-tangani petugas.."
Saya tersenyum manis, dan saya pandangi petugas itu. Pandangan saya itu kalo diterjemahkan kira-kira : YA!!! BAGOOSSSSS!!! GAK PAPA YA?!?! NIH MAKAN SEPATU SAYA!!! APA GAK LIYAT SAYA CAPEK-CAPEK KEPANASAN PERGI SEJAUH 100 KM DEMI KARTU SIALAN INI?!?
Tapi dengan tak berdosa, pandangan mata saya diacuhkan dan bilang : "Gak papa, Mas.. Kalau di-tip-ex atau disetip gitu malah gak boleh.. Sah kok ini.."
Saya ingin ngomong sesuatu, tapi sepupu saya yang judes itu mendahului : "Kalo dicoret-coret gitu si saya juga bisa, Pak!!! Ya Allah, jauh-jauh dari Rembang cuma buat dicoret kartunya?!"
Seorang Ibu-ibu petugas yang mendengar celetukan itu mendekati. Kayaknya dia senior gitu, dan tampangnya cukup ramah. "Ada apa tho, Mas?"
"Ini, Bu!! Ibu saya bilang kartu ini diganti yang baru, karena petugas salah tulis tanggal."
"Mas, dari mana?"
"Dari Rembang."
Ibu itu diam, memandangi saya yang berkeringat menyedihkan. "Oh, gitu.. Ya sudah, diganti aja Pak!!" katanya kepada petugas yang mencoret-coret kartu saya.
Dengan sigap, petugas itu membuatkan saya kartu baru. Saya akan puas kalau saja tulisan tangan petugas di kartu saya baru itu TIDAK ceker eyem. Memandangi kartu yang baru saya lagi-lagi tertawa pasrah.
-ova-
01 Juni 2008
The Real Fear Factor
Oh my god.. Barusan saya benar-benar berasa ikut dalam Fear Factor. Cuma, yang ini gak ada hadiahnya --apalagi cewek-cewek seksi. Hehehehe. Ceritanya gini..
Sehabis shubuh, saya biasa kelaparan dan jalan-jalan pagi keluar bersama sodara saya, Kumeng. Kami biasa makan di Mbah Ban, nenek penjual nasi pecel legendaris di kota saya. Begitu nyampe, langsung saja saya mencomot bakwan sementara Mbah-nya meracik pecel buat kami berdua.
Sambil mengobrol masalah yang seru (seperti kenapa Luna Maya gak mau kawin sama saya atau kenapa matahari panas) kami santap sarapan dini itu dengan lahap. O la la. Tanpa terasa, 3 buah bakwan sudah masuk ke perut saya. Saya pun terus menyantap pecel dengan brutal, sementara Mbah Ban bikin teh anget sambil bercerita tentang pagelaran Kethoprak entah apa.
Di pojokan piring dekat kecambah taoge dan bumbu kacang, ada sesuatu yang meringkuk aneh. Gemuk, basah dan menonjol.. U-L-A-T!!! Saya speechless, kemudian menelan ludah..
ADA ULAT DI PIRING SAYA!!!!!!!
Ulat hongkong itu masih tergeletak di sana, seakan meledek saya. (Bagi yang ingin melihat bagaimana sosoknya, cek di sini : ulat hongkong)
Membayangkan jangan-jangan ada saudara ulat yang ikut terkunyah bersama nasi, saya meneguk lagi teh anget itu. Kumeng merasa heran, karena saya menyisakan nasi. Biasanya saya selalu menghabiskan makanan sampai tidak ada sebutir pun nasi di piring. Saya cuma tersenyum kecut. Warung itu cukup ramai, dan saya tidak tega untuk menunjukkan ulat sial itu kepada Mbah Ban. Bisa-bisa, seluruh pembeli yang makan di sana pada kaburr.
Begitu selesai, saya cepat-cepat membayar kemudian berjalan pulang.
"Kok nggak habis? Sudah kenyang ya tadi?" tanya Kumeng.
Begitu saya pikir suara saya gak mungkin didengar Mbah Ban, saya bilang tentang mahluk asing yang terbawa pecel saya itu. Kumeng langsung ngakak, sementara saya menjerit dalam hati.
Oke. Saya tidak berniat mencemarkan nama baik Mbah Ban. Cukuplah ini cuma terjadi pada diri saya saja. Banyak sih yang mengatakan, ulat di nasi atau di sayuran itu biasa. Nyelip gitu di daunnya.. Tapi bagi saya tetep saja mengerikan!! Ulat adalah hewan yang saya benci setelah kecoak..
Huhuhuhuhu...
-ova-
31 Mei 2008
19 Mei 2008
HA HA HA!!
Saya lagi hepi inih ceritanya!!
Kakak ipar saya ternyata BENERAN beliin Wacom Bamboo Fun!! Hahahahaha!!!!!
Padahal kemaren ituh saya mintanya gak serius. Lagipula, yang saya ajukan adalah Wacom Graphire 4 --tipe graphik tablet yang dah lama saya incer. Ternyata eh ternyata, itu Graphire udah gak dirilis lagi. Mangkanya, dy beliin saya yang kluwaran baru!! 2007, gres boo!!
Wacom Bamboo Fun ini sosoknya mantap abis!!! Putih mengkilat dengan lampu biru futuristik. Keren!! Di bundel-ny juga ada software CorelPainter 3Saat ini sayah lagi meng-explore dan beradaptasi dengan Bamboo. Lumayan susya euy.. Blum terbiasa dan masih suka luput kalo mau dobel-klik. Latihan ah latihaaann!!!!! Semoga nti karya-karya saya bisa majang di sinih!!
Ha ha ha ha!!! Hepi bangett!!!!!!
PS1 : Jargon di atas saya tulis pake Bamboo.. Iya. Saya tau. Tulisan saya memang jelek kok..
PS2 : Jargon di atas BUKAN bagian dari 'Akhirnya Datang Juga' Trans TV itu!
PS3 : Katanya si sekarang turun harganya jd 4jt-an gt. Masih saingan sama Nintendo Wii.
10 Mei 2008
AKHIRNYA
Akhirnya saya bisa buka blogspot di Linux Ubuntu. Kemarin pusingg!!! Ndattau ni. Ada DansGuardian yang memblokir situs-situs porno, atau situs yang isinya ada porno-nyah.. Wedewww!!! Setelah utak-atik sana sini akhirnya terbuka juga itu blokiran-nyah!!!! Hahahahaha!!!!
Saya bisa nerusin blog sayah, dan bisa buka yang 'lain-lain' hehehehehehehee!!!!
30 April 2008
Scary Scheibe
Saya dapat gambar ini di Mighty Optical Illusions, website yg banyak memajang ilusi-ilusi gambar keren.. Ngeliyat poto Profesor Scheibe di atas, kayaknya gak gadda masalah yah. Tapi coba lanjut ke bawah!!!
Freakkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!
-ova-
25 April 2008
24 April 2008
Anak Muda vs Orang Tua
Saya suka mikir saat lg ada masalah sama orang yang lebih dewasa --orang tuwa, mbak², mas², atau siapapun-- "Kenapa sih orang dewasa selalu begitu?!" or "Kenapa sih mereka gak ngerti aku?!?"
Saya cari jawabannya, *sebenarnya sih nyari kesalahan orang² dewasa itu-- dan gak pernah ketemu.. Sampe sadar bahwa: Saya sendiri yang salah!! Saya baru sadar: Wajar orang² tua mempermasalahkan anak muda, karena mereka MEMANG pernah menjadi anak muda. Dan, anak muda kan belum pernah merasakan menjadi tua..
Rait or rong sih?!
Wajar yah-- kalau mereka selalu bilang, "Hei jangan begitu!!!" "Awas!! Nanti kamu *yg seram-seram..." dan yang semacam itu, saat anak² mereka hendak melakukan sesuatu.. Tapi, kadang mereka tidak memberi alasan kenapa mereka mempermasalahkannya..
Ada anak A nanya sama mamanya M >>
A: "Mah.. Nanti malem aku ke rumah anu ya.."
M: "Nggak boleh!!"
A: "Ah.. kenapa?! Cuma sebentar kok.."
M: "Kalo Mama bilang nggak boleh ya nggak boleh. Titik!!"
A: " T_T "
DWOENGG!! Padahal anak muda butuh penjelasan! Anak muda itu kreatip, mereka selalu melakukan apa yang menjadi kebalikan. Sama halnya, peraturan ada untuk dilanggar. Mereka heran, kenapa belum mencoba sudah dilarang? Dan larangan itu juga gak beralasan.. Kalo misalnya mama M bilang : "Sayang, nanti malam kan calon swamimu mau datang dengan keluarganya.. Kok kamu malah main ke rumah temen sih?" pasti ceritanya lain...
Saya kadang merasakan itu, --merasakan disuruh-suruh atau dilarang-larang tanpa alasan gitu. Saya anak bungsu, --dan kadang mereka memaksa untuk melakukan suatu hal tertentu.
"Va.. Pakai ini ajah.. Kamu pasti keren!!!"
"Va.. Rambut kamu dah gondrong.. Njijiki.. potong gih!!"
"Va.. Ini parfumnya baunya sedap.."
"Va.. Kamu jangan main sama si Anu!!"
Dan saat aku tanya, "Memang kenapa?!"
Mereka jawab : "Pokoknya keren!!!" "Pokoknya njijiki!!" "Pokoknya sedap!!" "Pokoknya jangan!!!"
Mereka gak ngarti bahwa:
1. Saya bukan tipe orang yg dandy. Yang penting baju itu bersih, rapi, dan nyaman. Itu ajah.
2. Seumur hidup saya belum pernah gondrong. Kalo saya merasa gak nyaman dengan rambut, gak perlu disuruh² jg saya akan ke tukang cukur. Lagian, gak ada yang patah hati gara² rambut yang gondrong.. Atau sudah ada Undang-undang yang mengatur Kegondrongan Rambut?!?!
3. Ini bukan masalah sedap atau nggak sedap. Ini masalah biologis.. *tae lah* Hidung saya suka alergi dg bau parfum. Kadang, saat mencium bau parfum tertentu --dan kebetulan sama spt yang dikasi mbakku-- aku mual. Kemudian pusing, dan muntah busa.. *nggak separah itu kok!!*
4. Dan saya gak selektif memilih teman..
Kenapa sih mereka selalu ribet?!? Saya tau mereka peduli.. mereka care.. mereka sayang.. Tapi bukankah mempercayai apa yang saya lakukan itu lebih baik? Biarkan saya menjalani apapun yang saya mau, kalau itu salah tolong dibenerkan.
*sigh* Meski kadang sebel.. Saat di Jogja, kadang saya suka kangen dengan omelan dan ricuhan mereka. Kamar kost di Jogja mampuss brantakan, dan di rumah saya terbiyasa dengan kata² : "Va!! Kamarmu dibersihin gih!!!"
Terkadang~ Saat kita jauh.. Kita baru merasakan betapa pentingnya seseorang atau sesuatu...
Well.. Sudah cukup cerita pribadi menggelikan itu!!! Mmmm apa tadi? Oia, anak muda!!! Anak muda tu suka mencoba apa saja. Kadang mereka nggak sadar kalau mereka terlalu kreatif. Kreatif itu bagus, tapi segala sesuatu yang berlebihan sangat nggak bagus. Minum aer bagus, tapi kalo kebanyakan kan kembung..
Dulu.. Saya kreatif gambar dan coret². Saking kreatifnya, saya gak cuma gambar di kertas: tapi juga di meja kelas, di baju seragam, celana dan di tembok sekolah. Kadang² kalo lagi kumat malah gambar di pohon² mangga di kebun sekolah.. Hualah!! Ada seorang kawan yang kreatip (baca: berbakat) dalam bermain gitar. Saking kreatipnya, sehari² dia main gitar sampe lupa makan, lupa mandi, lupa nyembah Tuhan..
Beberapa contoh lain muncul karena percobaan, eksperimen.. Nyoba ini ah.. Nyoba itu ah.. Begitu ketagihan gak bisa lepass..
Kalo hal² positip sih baik.. Eksperimen dzikir + wirid trus ketagihan wahh.. Oke.. Nyoba bersedekah, trus pengin terus beramal.. Wuihh!!!!! Atau.. Nyoba bikin lagu, ternyata jadi, dan kemudian bisa bikin lagu² yang keren.. E eh.. Ada yang nyoba narkoba. Kok enak, nambah ah.. ketagihan.. OD. Ada yang eksperimen dengan demo, kok asyik, bisa teriak²in pejabat. Eh ketagihan. Malah sekarang pake bentrok dan mukul, biar lebih seru. DONGG!!!
Kenapa sih gak nyoba hal² yang lebih menarik.. Why do we always looking for troubles?!?!
Lalu sebenarnya, apa inti dari postingan saya ini?!?! Saya cuma ingin merenung sendiri kok.. Kalau kamu ingin ikut merenung juga boleh..
Tuhan mencipta telur. Mencipta era. Dia menciptakan generasi, yang kita bakal hadapi. Orang-orang tua sudah memiliki era sendiri, zaman mereka bukan zaman kita. Sejarah mereka juga milik mereka sendiri.. Sekarang saatnya anak muda membangun sejarah mereka sendiri.
Tentu saja, anak-anak muda nggak bakalan bisa membangun tanpa bantuan orang² tua yang lebih berpengalaman. Orang tua adalah jembatan, anak muda menggunakannya menyeberang menuju zaman baru.. Jangan sampai mereka terjatuh ke dalam sungai yg dalam. Begitu mereka sudah sampai dengan selamat, orang-orang tua akan memandang sambil dadah bubbye tersenyum dari jauh. Semua akan baik² saja..
Ada jembatan yang kekar, ada jembatan yang hampir putus, ada jembatan sempit. Tergantung anak muda menyikapinya...
Namun kita suka lewat cara lain untuk menyeberang sungai. Kita nyuekin jembatan, kita malah loncat. Kita malah berenang tak tentu arah. Ada yang sampai dengan susah payah. Ada yang tenggelam. Ada yang terbawa arus. Ada yang kembali lagi ke awal...
Seandainya orang tua dan anak muda bekerja sama.. (dari blog lama)
-ova-
Guru, Pelajar dan Video-Game
Phew... Liyat 'kelakuan' guru-guru jaman sekarang saya jadi membandingkan dengan 'perlakuan' guru saya waktu saya masih TK (yg ini ingatan saya keropos) SD, MTs dan MA (pesantren) dulu.. Kalo saya bolos, saya langsung dipanggil + disidang. Kalo saya ngerokok, saya dihukum push-up. Kalo saya nyontek langsung digelandang dan garap di ruang guru. Kalo saya kurang respek saya dinasehatin. Kalo saya gak bisa menjawab soal (terlebih hapalan, huhuhu), saya dihukum --waktu itu yan paling parah adalah cubitan menjalar di tangan. Dan meskipun waktu itu saya sebel, tapi MEMANG ITULAH seharusnya tugas guru: Mengingatkan anak didiknya supaya tetep jalan lurus..
Duluw, saya gak pernah liyat berita kayak gini, atau yang ini, dan yang paling bikin saya geleng-geleng tu ini. Kalo kamu males liyat link berita yang ini, saya kasi summary-nya : Belasan Guru Ubah Jawaban UAN..
Hohohoho.. Kayaknya saya kok jadi sok suci yah?!
Well, beberapa orang eh peserta-ujian mungkin mikir, "Wah, mulia sekali niat guru itu.. Dia mengubah jawaban agar semua anak didiknya lulus.. " *sambil nangis terharu* Kemudian dikembangkan lagi, "Iya, itu suatu tindakan yang terpuji, sebab kalau si anak tidak lulus, dia akan membebani orang tuanya lagi dengan uang SPP dan biaya-biaya laennya.." *hiks.. masih terharu*
Like hell!!!
"Kalau saya tau kertas ujian saya 'diotak-atik' saya akan marah. Beneran!! Saya yakin dengan jawaban saya. Saya yakin saya bisa, dan saya tak sudi kemampuan saya direndahkan dengan cara me-revisi jawaban saya.." Teriak seorang kawan. Hoped, kalimat barusan terlintas di benak setiap pelajar.
Saya gak mau muna, saya juga sering nyontek kok waktu masih sekolah. Dan hasilnya --baru terasa ketika saya sudah nggak sekolah lagi-- saya ingat betul : Nothing! Nilai 9 'siluman' yang tertera di kertas ulangan itu tidak sama dengan nilai yang tertera di otak saya. Kalau misalnya dulu ada ujian lisan / wawancara gt, dijamin saya gak lulus!!! Huhuhuhu.. Otak saya memang parah...
Saya bisa mafhum --malah mendukung, kalau ada pelajar yang diluluskan karena 'dia menguasai 1 materi dengan nilai luar biasa bagus!!'. Meskipun nilai-nilai lainnya --misalnya matematika, fisika, kimia, atau sejarah-- anjlok dan terbakar, dia boleh lulus kalau nilai geografinya 100 sahih. Kenapa, va? Karena menurut saya, setiap manusia punya 1 potensi yang dia kuasai -meski tak disadari.
Sherlock Holmes, detektif terkenal ciptaan Conan Doyle tu mempunyai kemampuan deduksi yang hebat, tapi dia tidak tau kalau bumi berputar mengelilingi matahari. Albert Einstein, mbah jenius itu lambat dalam berbicara dan dianggap 'terbelakang' oleh guru-gurunya.
Dan ujian, tes, ulangan atau apapun itu namanya adalah cara untuk menemukan potensi manusia yang dimiliki. Guru suhu saya pernah bilang, "Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk menghadapi ujian!!" Maksudnya, dengan menjalani 'ujian' kita jadi tahu di mana letak kelebihan dan kekurangan kita. Anggap aja maen game, kalo kita belum mampu naik ke level berikutnya, begitu game over, kita harus mengulang lagi dari depan. Melibas musuh-musuh dan menghajar boss. Gamer (baca: pelajar) sejati, tidak akan mencari cheat-code --untuk membuat amunisi lengkap tak terbatas, atau bikin tubuh jagoan kebal dari serangan musuh. Gamer sejati akan menghadapi serangan-serangan musuh dan memikirkan strategi perang yang efektif untuk mencapai tujuan: Kepuasan!!
Saya yakin, para pelajar lebih puas melihat nilai dari hasil keringatnya sendiri, daripada hasil revisi dari guru-guru.
Kalau kamu?
-ova-
23 April 2008
Akhirnya
Akhirnya.. Blog saya selese di-customize.. Dan tentu saja masih akan saya kembangkan lagi. Biar keren kayak blog punya Dian Sastro. Shi shi shi shi. . .
Oia, untuk customizing inih, saya kyknya harus banyak trima kasih buat Mas Ramani yang banyak menulis kode-kode keren untuk mendandani blogspot. Makasih, Pak!!!
Update : Weekly Header Picture beta (hayah!!!!), 'read-more' buttons, address bar icon..
-ova-
19 April 2008
Tentang AFTER5TORM
Hmmm.. Akhirnya.. Setelah otak sana atik sini, akhirnya selese juga mengkustomaiz blog baru ini menjadi lebih cerah --setelah sebelumnya gelap mengerikan..
Apa itu AFTER5TORM? Kenapa pula pake angka 5?
Jawaban simpel-nya adalah, karena nama AFTERSTORM pake 'S' sudah ada yang makek. Sebenarnya AFTER5TORM adalah studio karya gak jelas dengan founder lebih gak jelas lagi : saya sendiri. 'Karya' di sini bisa bermacem². Karya rupa, karya tulis, karya gambar, karya rarya dan lain²..
Afterstorm; diambil dari after dan storm yang pastilah kamu dah ngarti maksudnya apa.. Mumpung masih swasana Kartini-an, saya mengadaptasi slogan Ibu Pahlawan kita itu : Habis gelap terbitlah terang.. Nah, kalau afterstorm; habis badai terbitlah damai.. *tsaaah.. mantap nian*
So, jangan kaget ato khawatir saat kamu membaca tulisan² gak jelas di blog ini, kemudian kamu merasa pusing, mual atau pengin muntah. Biasa.. Itu efek storm-nya.. Setelah beberapa saat, *semoga* perasaan nyaman nan menentramkan akan datang.. That's afterstorm...
Dan kalau tidak.. Kolom caci cerca dan maki selalu terbuka..
-ova-
Salam!
-ova-